saking lamanya sampe debu dan sarang laba-laba bertebaran dimana-mana. wuih -_-"
kemaren-kemaren aku sibuk sih. sibuk ngurusin runway fashion batik competition. yaah,walau pada akhirnya juga kalah :(
tapi tak apalah. yg penting aku sdh mencoba dan membuktikan pada diriku sendiri kalau aku bisa :)
semangat !!
aku memang suka sih ikut-ikut kompetisi kayak gitu. Padahal aku tak cantik, tinggi sama berat badan juga pas-pasan. Tapi entah kenapa aku sangat PeDe buat ikutan :D
hohoo
motivasiku ikut kegiatan seperti itu bukan mau terkenal atau sok-sokan. Aku cuma mau mengumpulkan prestasi dan pengalamn serta melatih diriku sendiri agar terbiasa tampil di depan banyak orang tanpa gugup. Mengingat di masa depan nanti aku pastilah akan tampil dan berhadapan dengan banyak orang yg tak ku kenal. Karena aku punya sifat yg gugupan stadium akhir !
Coba bayangkan, di kelas saja aku suka gugup klo di suruh present. Padahal audience-nya itu temen-temenku sendiri yg sudah ku kenal 2 tahun lamanya. Tapi, tetep saja aku gugup segugup-gugupnya -,-"
aku BeTe banget sama sifatku itu :'( . Karena, kalau aku sudah gugup begitu, semua materi yg kupersiapkan dengan rapi untuk present akan musnah semua, berantakan.
Kemudian, aku suka ikut kompetisi seperti itu karena aku hanya ingin mengetes kemampuanku. Karena kupikir jika orang lain bisa, mengapa aku tidak ?
Tidak kupungkiri jika aku sering bahkan sangat sering gagal ketika mengikuti kompetisi. Tapi, aku tidak pernah menyerah. Muka tembok yaa :D
aku selalu mencoba lagii, lagi dan lagi. Walaupun kompetisi itu cukup bahkan sangat menguras kocek dalam-dalam. Entah mengapa aku tak pernah menyesal walaupun kalah, yaah, rasa kecewa sih sudah pasti ada. Tapi,kalau menyesal, tak terpikir. Karena aku selalu berpikir postif bahwa pengalaman yg kudapat jauh lebih berharga dan tak ternilai dari semua materi yg sudah kukeluarkan.
Aku bukan kaum "The Have", tapi ketika aku membutuhkan sejumlah materi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti itu, ada saja jalannya. Seperti quote di sebuah iklan :
"ada obsesei, ada jalan" .hhaa. betul. betul. betul.
Sebenarnya,aku mulai suka ikut-ikutan kompetisi sejak TK. Apapun kopetisi itu, baik itu karya tulis, karya seni, sampai model-model-an :D
seperti yg sudah kubilang, lebih banyak gagalnya daripada suksesnya (_ _")
waktu Tk sih aku pernah mengikuti lomba modelling busana muslim, waktu itu memang mamaku saja yg semangat 45 mengikut sertakankanku. Kata beliau, pas aku disuruh ikut lomba yg berbau olahraga, aku tidak mau dan membuat alibi dengan berpura-pura pusing. hha. Tapi,pas ditawari lomba modelling, aku mau. wew. mamaku sendiri yg membuatkan baju untukku dan mendandaniku. Akhirnya aku memenangkan lomba itu. wohohoo. tapi sayangnya aku lupa dapet juara berapa -_-
sejak masuk SD dan SMP, aku mulai stop ikut-ikutan kompetisi. Tapi pas SMA aku mulai lagi.
Aku pernah mengikuti kompetisi menulis yg diadakan sebuah provider. Kebetulan provider itu sudah kugunakan sejak aku pertama kali mengenal alat komunikasi bernama handphone. ketika itu provider ini mengadakan kompetisi menulis untuk pelajar se-Sum-Sel. Iseng sih, lalu aku coba mengirimkan draft tulisanku itu. Tanpa kuduga, aku masuk dalam nominasi 75 besar dan tulisanku itu dicetak di sebuah koran lokal. Tapi karena kompetisi ini menggunakan sistem dukungan via sms dan tampaknya beratus-ratus sms yg sudah kukirim dan orang-orang sekitarku kirimkan tak cukup banyak untuk membantuku. beberapa hari pertama aku memang berada di posisi satu. Tapi pada akhirnya, sainganku lebih banyak rating vote-nya :( . Itulah mengapa aku trauma dengan kompetisi-kompetisi yg menggunakan sistem voting via sms. Kupikir, mengapa bukan dewan jurinya saja yg murni menilai ? karena hal itu akan lebih objektif.
tapi,entah mengapa sekarang aku malah jadi sangat bodoh dalam hal writing. Oh,God. kembalikan kejernihan otakku seperti 3 tahun yang lalu. Aku sudah terlalu durjana sekarang.
Kemudian aku pernah mengikuti kompetisi seni melukis kaligrafi, cuma regional se-sekolahku saja sih. Tapi, yah lumayanlah, aku dapat juara harapan tiga.
Di penghujung SMA, aku pernah iseng (lagi) mengikuti kompetisi model yg diadakan sebuah butik busana muslim yg cukup ternama di kotaku. Padahal waktu itu sosokku benar-benar masih anak SMA yg masih kecil dan sainganku adalah mbak-mbak cantik yg sosoknya seperti wanita karier dan model profesional. Bahkan ketika di barisan dan diurutkan berdasarkan umur, aku berada di barisan hampir paling depan. kalo difikir sekarang, alangkah PeDe-nya yaa aku waktu itu. Jadi malu :P
Tapi entah mengapa, keberuntunganku semakin menurun sejak masuk kuliah. Sering sekali aku gagal, gagal dan gagal lagi. :'(
Tapi seperti yg sudah kubilang, aku tak kan pernah menyerah :) . Selagi aku masih bisa, maka aku akan terus mencoba. Seperti sebuah quote di sebuah buku yg pernah sekilas kubaca :
" Jangan takut untuk bermimpi besar, sebab orang yang tak punya mimpi berati tak punya cita-cita dan masa depan. "
Aku akan terus bermimpi, selagi mimpi itu gratis dan tidak dilarang. Karena hidupku akan terasa lebih hidup dan berwarna dengan mimpi-mimpi yg kumiliki.
Aku tidak peduli walaupun mimpi itu sulit diraih. Karena tidak ada hal yg tidak mungkin di dunia ini selagi kita mempunyai keinginan, usaha dan do'a.
Seperti kata si penyanyi muda yg sedang naik daun itu :
" Never Say Never "